Tag Archives: cara agar anak menjadi penurut

Inilah Cara Membuat Anak Menjadi Penurut Bukan Penuntut

Cara membuat anak menjadi penurut sebaiknya dipraktekkan orang tua semenjak anak masih kecil. Seperti mengajarkan belajar bahasa Inggris dari kecil. Kuncinya adalah mendidik secara perlahan, mengena di hati anak. Jika dilakukan dengan benar, anak-anak akan mematuhi apa yang Anda perintahkan.

Penurut adalah sifat paling disenangi orang tua dalam diri anak. Sifat baik ini berbanding lurus dengan sifat sopan yang dimiliki anak. Namun faktanya, ada beberapa anak yang kesannya tidak penurut. Tidak menurutnya anak akan membuat anak lebih nakal. Kenakalannya akan semakin parah, berdampak pada hal-hal negatif saat dewasa.

Sebagai orang tua, ada baiknya mencegah keadaan tersebut. Caranya adalah sebagai berikut ini.

  • Kenalkan Anak Dengan Peraturan Dalam Bentuk Kalimat Yang Baik

Mengajari anak berbagai hal akan sangat mengena bila dilakukan sejak kecil. Memang cara ini akan memakan waktu. Kadang juga, anak belum mau melakukannya.

Meskipun begitu, hal ini bukan berarti jika anak tidak akan mau melakukan hal tersebut. Karena anak butuh waktu dan contoh supaya anak tahu caranya. Setelah itu, anak akan mencoba hal tersebut.
Supaya anak tahu, orang tua sebaiknya menunjukkannya. Yakni memberitahu peraturan-peraturan dalam berbagai hal. Misalnya adalah meminta anak untuk merapikan sendiri mainan yang telah dimainkannya.

Saat meminta anak untuk merapikannya, orang tua sebaiknya tidak memintanya dalam bentuk kalimat perintah. Ada baiknya memintanya dengan membuat kalimat berita.

Contohnya adalah memberikan peringatan jika merapikan mainan akan sangat baik untuk menjaga mainan tetap baik. Bukan menggunakan kalimat perintah seperti rapikanlah mainan tersebut.
Memberikan pengetahuan tersebut lebih mengena di hati anak. Anak akan mengerti akibat dari sebuah tindakan. Jika berhubungan dengan miliknya, maka anak juga akan mau melakukannya.

  • Contohkan Dan Ajaklah Anak Untuk Melakukan Sama-Sama

agar anak penurut

Anak butuh contoh. Dan orang tua adalah panutan terbaik. Pasalnya, hampir keseluruhan waktu anak akan berada di samping orang tua.

Ketika meminta anak untuk melakukan sesuatu, biasanya anak akan enggan melakukannya bila sendirian. Di sinilah Anda perlu memberikan contoh. Dan pastikan mengajak anak untuk melakukan hal tersebut bersama-sama.

Kegiatan yang dilakukan bersama-sama akan membuat anak lebih termotivasi. Anak menjadi penurut. Lama kelamaan, anak akan terbiasa melakukan hal tersebut bila disuruh atau tanpa disuruh. Karena anak percaya pada Anda.

  • Hindari Memberi Label Negatif Dalam Sebuah Kalimat Perintah

Hampir sebagian besar orang tua pernah melakukannya. Dan bila anak tidak menuruti apa yang diperintahkan, lantas anak diberikan label seperti yang diperintahkan. Ini juga pandangan yang keliru, bahkan bisa menjatuhkan mental anak.

Contohnya adalah membuat perintah seperti jangan malas nak. Malas adalah label negatif. Kemudian bila anak terlihat malas dalam suatu hal, bukan berarti anak malas akan sesuatu.

Pada kasus seperti ini, anak sejatinya fokus pada perintah yang orang tua berikan. Ini adalah bentuk kecerdasannya. Jadi, bukan berarti jika anak tidak menuruti apa yang Anda perintahkan.
Jika Anda menghakimi anak dengan label tersebut, mental anak akan terjatuh. Label ini akan melekat di hatinya. Dan bisa jadi, anak akan melakukannya. Ibaratnya, perkataan adalah doa.

Tidak mau melihat anak seperti itu, seminimal mungkin buatlah kalimat perintah yang positif. Akan lebih baik jika Anda menyuruhnya secara langsung. Misalnya, ayo lakukan pekerjaan ini.
Di saat yang sama, damping dirinya untuk melakukan hal tersebut. Dengan cara seperti ini, anak akan muncul kemauannya untuk melakukannya. Dan, kemauannya untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan orang tuanya akan melekat. Akhirnya, anak terbiasa untuk menjadi penurut.

  • Hindari Kebiasaan Mengancam Anak

kebahagiaan anak

Dalam beberapa kasus, ancaman akan membuat anak mau melakukannya. Hanya saja, totalitas anak dalam mengerjakan perintah tidaklah terjadi. Artinya, anak hanya akan melakukannya setengah hati.
Ketika ancaman ini terus dibiasakan, sifat ini akan terbentuk pada diri anak. Anak tidak akan melakukan apapun jika tidak diancam.

Parahnya, anak bisa mengacuhkan ancaman jika terlalu biasa. Akibatnya, anak menjadi tidak penurut meskipun diperintahkan untuk melakukan hal baik.

  • Berikan Reward Bila Anak Mau Melakukannya

Reward ini sangat penting. Setidaknya, ada hal baik yang akan didapatkan anak setelah melakukan apa yang diperintahkan. Biasanya, hal ini terbangun dalam diri anak.
Reward ini bisa berupa pujian ataupun hadiah. Reward inilah yang dirasakan oleh anak, membuat anak merasa begitu berharga di hadapan orang tuanya. Hasilnya, anak dengan senang hati menuruti apa yang dikehendaki orang tuanya.

Berbeda jika anak tidak pernah diberikan pujian di setiap kali menuruti perintah. Ada perasaan tidak ada manfaatnya ataupun tidak dihargai. Malahan, anak akan menuntut banyak bila Anda meminta/memerintahkan sesuatu padanya.

Yang perlu diingat, pembiasaan tersebut akan memakan waktu. Kuncinya adalah tetaplah mengajarinya dengan sabar. Dengan begitu, Anda akan melihat hasilnya, buah dari cara membuat anak menjadi penurut ini.