Tag Archives: tips parenting

Inilah Caranya Untuk Menumbuhkan Keingintahuan Anak Sejak Dini

Menumbuhkan keingintahuan anak berkaitan dengan kecerdasannya, kecerdasan dalam belajar bahasa Inggris salah satu contohnya. Biasanya ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Tujuannya adalah supaya anak tahu seluk beluk jawabannya.
Kecerdasan ini akan terbentuk dengan baik bila Anda berperan di dalamnya. Peranan Anda adalah sebagai guru terbaiknya. Khususnya Andalah yang akan memberikan klarifikasi dari rasa penasarannya.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara Anda untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak? Berikut ini adalah jawabannya.

Libatkan Anak Dalam Aktifitas Yang Membuatnya Ragu

aktifitas anak

Keraguan akan memicu untuk memunculkan banyak pertanyaan. Misalnya anak akan bertanya kenapa hal itu dilakukan, atau kenapa caranya seperti itu dan lain sebagainya.

Supaya anak bisa bertanya demikian, pastikan untuk selalu melibatkan anak dalam aktifitas. Aktifitas ini bisa berupa pembiasaan dalam melakukan aktifitas harian di rumah. Entah itu belajar, merapikan tempat tidur, merapikan mainan, membersihkan rumah dan lain sebagainya.

Setelah mengajaknya melakukan sesuatu hal seperti biasanya, ubahlah bagaimana cara melakukan hal tersebut. Misalnya jika Anda meminta untuk merapikan kamar tidurnya. Biasanya diawali dengan melipat seprai, maka lain hari mulai dengan menata bantal.

Cara-cara yang berbeda dari yang dilihat sebelumnya akan menimbulkan banyak pertanyaan. Dan ini harus dimiliki oleh orang tua. Setidaknya, Anda perlu mengakalinya agar keingintahuan anak muncul.

Buatlah Anak Mengerti Akan Kebingungannya

Ketika anak sudah mulai kebingungan, berikan arahan tentang bagaimana menjalankan rutinitasnya. Tapi pastikan untuk memberikan arahan tentang kebingungan tersebut.

Contohnya adalah memberitahu jika kebingungan itu adalah hal yang wajar. Tidak mengerti akan sesuatu juga dialami oleh orang dewasa. Namun kebingungan tersebut akan terjawab sendirinya jika sering berkomunikasi, semisal mengajukan pertanyaan tertentu.

Dengan begitu, anak akan terlatih untuk bertanya pada Anda. Pertanyaan ini bisa apa saja, yaitu berkaitan dengan apa yang dialaminya.

Hargailah Setiap Pertanyaan Yang Ditanyakan Oleh Anak

pertanyaan anak

Akan banyak hal yang ditanyakan oleh anak. Ini menunjukkan jika anak sudah mulai menunjukkan kecerdasannya. Yakni mampu memperhatikan hal sekeliling dan ingin tahu tentang hal itu.
Ketika anak mengajukan pertanyaan apapun, dengarkanlah. Ini bentuk dari penghargaan atas apa yang dikeluhkan oleh anak.

Dihargainya pertanyaan akan meningkatkan rasa percaya diri. Anak akan cenderung lebih dekat, dan mau menanyakan semua hal di hadapan Anda. Bukan mengajukan pertanyaan kepada orang lain.
Di lain sisi, berikan jawaban atas apa yang ditanyakan. Jika pertanyaan belum sesuai dengan usianya, berikan jawaban yang pas sesuai usianya. Dan berikan nasehat terbaik untuknya agar dimengerti.

Ajaklah Anak Untuk Mengeksplorasi Jawaban

Anak akan belajar banyak tentang lingkungannya, juga belajar banyak tentang kegiatannya. Sebagai orang tua, mendampingi anak adalah keharusan. Jangan sampai dibiarkan dan anak malah terjatuh, masuk ke arah yang negatif.

Ketika belajar sesuatu, ajaklah anak untuk mengeksplor lebih jauh lagi. Ekplorasi jawaban ini akan membuat anak semakin tahu. Begitu pula, anak juga akan mendapatkan banyak hal yang kurang dimengerti. Sesuatu yang tidak dimengerti inilah yang akan membuat anak bertanya.

Dukung Anak Untuk Melakukan Suatu Hal

Kekhawatiran orang tua pada anaknya kadang di luar kewajaran. Padahal, belum tentu anak akan mengalami hal-hal yang membahayakannya. Malahan, sesuatu yang dilakukannya bisa saja meningkatkan kemampuannya.

Perlu diingat jika anak ingin melakukan sesuatu, biasanya anak akan bertanya terlebih dahulu pada Anda. Di sini, perhatikan apa yang akan dilakukannya. Ketika yang akan dilakukannya baik, dukunglah anak untuk mengerjakannya. Tapi pastikan pula untuk mengawasinya.

Dengan mengawasinya, Anda akan melihat apa yang dikerjakan. Dan bila anak belum mampu melakukannya, anak akan meminta bantuan. Baik itu meminta pendapat dengan mengajukan pertanyaan, sampai meminta Anda untuk terlibat dalam menyelesaikan hal tersebut.

Berbeda jika Anda mencegahnya untuk melakukan banyak hal. Pandangan anak adalah sesuatu yang akan dilakukannya pasti tidak disetujui oleh orang tuanya. Akibatnya, anak akan malas untuk melakukan hal tersebut.

Rasa ingin tahu akan hal-hal baru hilang. Anak hanya fokus pada apa yang biasanya dilakukannya. Ini tentunya akan berdampak negatif jika anak telah dewasa. Pasalnya, anak tidak memiliki ketertarikan akan banyak hal. Membuat olah fikirnya kurang berkembang, dan anak akan merasa kesulitan saat menghadapi tantangan di usia dewasanya. Oleh karenanya, dukunglah anak mengenai apa yang dilakukannya karena anak sejatinya penasaran tentang hal yang akan dikerjakannya.

Berikan Pujian Atas Apa Yang Dilakukannya

Memberikan pujian perlu dibiasakan. Pujian adalah bentuk penghargaan. Prosesnya cukup panjang. Mulai dari anak mau mengajukan pertanyaan sampai mengerjakan suatu hal.

Setelah mau menyelesaikannya, berikan pujian atas kinerjanya. Dengan begitu, anak akan senang berada di samping Anda. Dan anak akan terbiasa untuk bertanya sesuatu sebelum mengambil tindakan.
Kesimpulannya, ajarkan lebih detail tentang apa yang sebaiknya dilakukan. Maka, anak akan mulai muncul rasa ingin tahunya. Ini berarti Anda sukses dalam menumbuhkan keingintahuan anak.

Tips Melatih Kejujuran Anak

Melatih kejujuran anak adalah tanggungjawab orang tua, sama halnya dengan melatih anak belajar bahasa Inggris. Orang tua yang paling berperan adalah ibu, karena ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak.

Kejujuran teramat berharga dalam kehidupan. Meskipun berkata jujur kadang begitu menyakitkan. Namun nyatanya, jujur adalah sifat luhur yang sangat dihargai. Sifat luhur ini tidak terbentuk dengan sendirinya. Pengajaran perlu dilakukan. Dengan pengajaran ini, anak akan terbiasa dan membawa kejujuran sampai dewasa.

Nah, bagaimana caranya bunda mengajari anak tentang kejujuran? Pertama kalinya, pastikan kejujuran ini dijarkan sejak dini. Dan prakteknya adalah sebagai berikut ini.

Berikan Contoh Bagaimana Berprilaku Jujur

Mentor terbaik untuk anak adalah orang tua. Bunda memang punya tanggungjawab lebih besar dibandingkan ayah. Pasalnya, orang yang paling dekat dan sering bersama adalah bunda.
Momen-momen kebersamaan inilah yang patut dimaksimalkan. Berikan contoh di setiap kali bersamanya. Misalnya ketika menemukan sesuatu di rumah, ajarkan pada anak untuk berterus terang pada keluarga.

Ketika melakukan kesalahan, ajarkan juga untuk meminta maaf. Pertama diawali dengan mengatakan bila melakukan kesalahan. Kemudian minta maaflah pada orang yang bersangkutan.

Hukumlah Kesalahan Anak Sewajarnya

Hukuman akan membuat jera. Namun hukuman ini tidak boleh berlebihan. Jika berlebihan, anak tidak akan pernah jujur. Ini dilakukan supaya terhindar dari hukuman orang tua.

Ketika hal ini terus dibiarkan, anak akan tumbuh dengan banyak kebohongan. Kebohongan ini terbilang mudah dilakukan oleh anak. Akhirnya, ketidakjujurannya akan dibawa sampai dewasa nanti.

Sementara jika tidak dihukum, anak cenderung mudah untuk melakukan kesalahan yang sama. Kesalahan yang dimaksud adalah kebohongan yang diucapkan oleh anak. Ini juga tidak baik, dan orang tua tidak boleh membiarkannya.

Nah, hukuman terbaik adalah hukuman yang disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, anak tidak boleh bermain untuk sementara dan lain-lain. Intinya, hukuman ini akan membuatnya jera, tidak mau melakukannya kembali.

Berikan Pujian Bila Jujur

Dalam berbagai kondisi, selalu apresiasi apa yang dilakukan oleh anak. Contohnya adalah memberikan pujian ketika anak mau jujur. Meskipun kenyataannya, anak berkata jujur atas kesalahan yang dibuatnya.

Lalu pujian seperti apa yang patut diberikan? Pujian ini bisa sebuah kalimat yang menyatakan senang jika anak berkata jujur. Tentunya tanpa mengesampingkan pemberian arahan/nasehat agar anak tidak mengulanginya kembali.

Pastikan kalimat penghargaan ini melekat di hati anak. Melekatnya penghargaan atas kejujuran inilah yang membuatnya akan berprilaku jujur. Karena anak tahu kalau jujur jauh lebih baik ketimbang bohong.

Hindari Mencerca Banyak Pertanyaan Yang Menyudutkan Anak

Ketika anak melakukan kesalahan, anak biasanya bersedih hati. Perasaannya juga tidak enak sehingga anak memendamnya. Jika bunda mengetahuinya, bunda tidak boleh mengajukan banyak pertanyaan. Khususnya untuk mendorong anak agar mau berterus terang saat itu juga.

Menghakimi anak dengan banyak pertanyaan hanya akan membuat anak menjadi pembohong. Dan kebohongan ini akan ditutupi dengan kebohongan lainnya. Normalnya, anak juga ingin lepas dari hukuman atau kemarahan bunda sendiri.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ajukan pertanyaan sewajarnya saja. Jika anak belum mau mengaku, cukupkan pertanyaan tersebut. Berikan nasehat untuk tidak melakukannya. Dengan nasehat inilah, anak merasa jika kebohongan ini sudah diketahui oleh orang tuanya. Orang tua tidak begitu marah, dan anak akan berkata jujur, misalnya mengungkapkan kesalahannya di hari lainnya.

Berikan Pengetahuan Jika Tuhan Maha Melihat

Selalu kenalkan anak pada Tuhannya. Ajarkan tentang nilai-nilai kejujuran padanya. Kemudian ajarkan juga kalau ada yang maha melihat ketika anak melakukan sesuatu.
Memberikan pengetahuan ini menjadi pendidikan dasar dan wajib untuk dilakukan. Setidaknya, anak akan berusaha untuk melakukan yang terbaik. Karena apapun yang dilakukannya masih ada yang melihatnya.

Diketahuinya apapun yang dilakukan, maka seseorang akan berhati-hati dalam bertindak. Tidak terkecuali jika ingin berkata bohong.

Adanya pemahaman jika masih ada yang mengetahui kebohongannya, anak akan berusaha menghindari kebiasaan berbohong. Akhirnya, anak bisa berterus terang dan membiasakan untuk berkata jujur.

Biasakan Untuk Membacakan Cerita Tentang Kejujuran

Membacakan cerita adalah bentuk mendidik anak secara tidak langsung. Anak akan menyerap informasinya sesuai usianya. Banyak sekali cerita yang bisa dibacakan oleh orang tuanya. Anda hanya perlu memilihnya, kemudian menceritakannya pada anak. Dan biasanya anak akan tertarik dengan sebuah cerita.

Saat menceritakan sesuatu, tekankan poin yang ada dalam sebuah cerita. Yakni tentang pentingnya kejujuran serta manfaatnya melakukan kejujuran. Dengan cara seperti ini, informasi mengenai prilaku jujur ini akan melekat di hatinya. Ini menimbulkan keinginan anak untuk melakukan hal yang sama. Maka dari itu, ajarkan kejujuran ini sejak kecil melalui cerita yang menarik perhatiannya.

Kesimpulannya, jadilah teladan agar anak mau mencontohnya dan teman terbaik untuk menunjukkan kasih sayang Anda pada anak. Dengan begitu, anak akan berani terus terang dan Anda sukses dalam melatih kejujuran anak ini.

Inilah Cara Membuat Anak Menjadi Penurut Bukan Penuntut

Cara membuat anak menjadi penurut sebaiknya dipraktekkan orang tua semenjak anak masih kecil. Seperti mengajarkan belajar bahasa Inggris dari kecil. Kuncinya adalah mendidik secara perlahan, mengena di hati anak. Jika dilakukan dengan benar, anak-anak akan mematuhi apa yang Anda perintahkan.

Penurut adalah sifat paling disenangi orang tua dalam diri anak. Sifat baik ini berbanding lurus dengan sifat sopan yang dimiliki anak. Namun faktanya, ada beberapa anak yang kesannya tidak penurut. Tidak menurutnya anak akan membuat anak lebih nakal. Kenakalannya akan semakin parah, berdampak pada hal-hal negatif saat dewasa.

Sebagai orang tua, ada baiknya mencegah keadaan tersebut. Caranya adalah sebagai berikut ini.

  • Kenalkan Anak Dengan Peraturan Dalam Bentuk Kalimat Yang Baik

Mengajari anak berbagai hal akan sangat mengena bila dilakukan sejak kecil. Memang cara ini akan memakan waktu. Kadang juga, anak belum mau melakukannya.

Meskipun begitu, hal ini bukan berarti jika anak tidak akan mau melakukan hal tersebut. Karena anak butuh waktu dan contoh supaya anak tahu caranya. Setelah itu, anak akan mencoba hal tersebut.
Supaya anak tahu, orang tua sebaiknya menunjukkannya. Yakni memberitahu peraturan-peraturan dalam berbagai hal. Misalnya adalah meminta anak untuk merapikan sendiri mainan yang telah dimainkannya.

Saat meminta anak untuk merapikannya, orang tua sebaiknya tidak memintanya dalam bentuk kalimat perintah. Ada baiknya memintanya dengan membuat kalimat berita.

Contohnya adalah memberikan peringatan jika merapikan mainan akan sangat baik untuk menjaga mainan tetap baik. Bukan menggunakan kalimat perintah seperti rapikanlah mainan tersebut.
Memberikan pengetahuan tersebut lebih mengena di hati anak. Anak akan mengerti akibat dari sebuah tindakan. Jika berhubungan dengan miliknya, maka anak juga akan mau melakukannya.

  • Contohkan Dan Ajaklah Anak Untuk Melakukan Sama-Sama

agar anak penurut

Anak butuh contoh. Dan orang tua adalah panutan terbaik. Pasalnya, hampir keseluruhan waktu anak akan berada di samping orang tua.

Ketika meminta anak untuk melakukan sesuatu, biasanya anak akan enggan melakukannya bila sendirian. Di sinilah Anda perlu memberikan contoh. Dan pastikan mengajak anak untuk melakukan hal tersebut bersama-sama.

Kegiatan yang dilakukan bersama-sama akan membuat anak lebih termotivasi. Anak menjadi penurut. Lama kelamaan, anak akan terbiasa melakukan hal tersebut bila disuruh atau tanpa disuruh. Karena anak percaya pada Anda.

  • Hindari Memberi Label Negatif Dalam Sebuah Kalimat Perintah

Hampir sebagian besar orang tua pernah melakukannya. Dan bila anak tidak menuruti apa yang diperintahkan, lantas anak diberikan label seperti yang diperintahkan. Ini juga pandangan yang keliru, bahkan bisa menjatuhkan mental anak.

Contohnya adalah membuat perintah seperti jangan malas nak. Malas adalah label negatif. Kemudian bila anak terlihat malas dalam suatu hal, bukan berarti anak malas akan sesuatu.

Pada kasus seperti ini, anak sejatinya fokus pada perintah yang orang tua berikan. Ini adalah bentuk kecerdasannya. Jadi, bukan berarti jika anak tidak menuruti apa yang Anda perintahkan.
Jika Anda menghakimi anak dengan label tersebut, mental anak akan terjatuh. Label ini akan melekat di hatinya. Dan bisa jadi, anak akan melakukannya. Ibaratnya, perkataan adalah doa.

Tidak mau melihat anak seperti itu, seminimal mungkin buatlah kalimat perintah yang positif. Akan lebih baik jika Anda menyuruhnya secara langsung. Misalnya, ayo lakukan pekerjaan ini.
Di saat yang sama, damping dirinya untuk melakukan hal tersebut. Dengan cara seperti ini, anak akan muncul kemauannya untuk melakukannya. Dan, kemauannya untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan orang tuanya akan melekat. Akhirnya, anak terbiasa untuk menjadi penurut.

  • Hindari Kebiasaan Mengancam Anak

kebahagiaan anak

Dalam beberapa kasus, ancaman akan membuat anak mau melakukannya. Hanya saja, totalitas anak dalam mengerjakan perintah tidaklah terjadi. Artinya, anak hanya akan melakukannya setengah hati.
Ketika ancaman ini terus dibiasakan, sifat ini akan terbentuk pada diri anak. Anak tidak akan melakukan apapun jika tidak diancam.

Parahnya, anak bisa mengacuhkan ancaman jika terlalu biasa. Akibatnya, anak menjadi tidak penurut meskipun diperintahkan untuk melakukan hal baik.

  • Berikan Reward Bila Anak Mau Melakukannya

Reward ini sangat penting. Setidaknya, ada hal baik yang akan didapatkan anak setelah melakukan apa yang diperintahkan. Biasanya, hal ini terbangun dalam diri anak.
Reward ini bisa berupa pujian ataupun hadiah. Reward inilah yang dirasakan oleh anak, membuat anak merasa begitu berharga di hadapan orang tuanya. Hasilnya, anak dengan senang hati menuruti apa yang dikehendaki orang tuanya.

Berbeda jika anak tidak pernah diberikan pujian di setiap kali menuruti perintah. Ada perasaan tidak ada manfaatnya ataupun tidak dihargai. Malahan, anak akan menuntut banyak bila Anda meminta/memerintahkan sesuatu padanya.

Yang perlu diingat, pembiasaan tersebut akan memakan waktu. Kuncinya adalah tetaplah mengajarinya dengan sabar. Dengan begitu, Anda akan melihat hasilnya, buah dari cara membuat anak menjadi penurut ini.