anak belajar

Cara Menangani Anak Yang Malas Belajar Di Rumah

Setiap orang tua tentunya berharap suatu saat anaknya akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Dan untuk mendukungnya, anak perlu membekali diri dengan banyak belajar. Salah satu hal yang penting adalah belajar bahasa Inggris. Sayangnya, kadang anak malas untuk melakukannya.

Malasnya anak untuk belajar disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah menemukan banyak kesulitan dalam belajar, teralihkan dengan permainan, dan hilangnya motivasi untuk belajar.

"Alfatih dan Ashkar seneng banget bisa nikmati Belajar Inggris yang Fun di EF" ~ Iva. "Setiap Sabtu menjelang siang, Kyna selalu menunggu kelasnya mulai" ~ Acha. Buruan dapetin ▶ 💰 DISKONBelajar Inggris di EF English First. Belajar semakin menyenangkan! 🇬🇧 🇮🇩 🇸🇪

Menyadari akan banyaknya hal yang bisa membuat anak enggan belajar, orang tua perlu mencari solusi. Mengenai solusinya, Anda akan menemukannya di ulasan berikut.

Kenali Lebih Dahulu Penyebabnya

Sebelum mengambil tindakan, kenali terlebih dahulu kenapa anak Anda tidak mau belajar. Ketika sudah menemukannya, segeralah untuk mengatasinya. Misalnya bila anak kehilangan motivasi belajar, ada baiknya Anda mendampinginya. Dukunglah kegiatan belajarnya, dan selalu ajari tentang bagaimana cara belajar yang menyenangkan.

Memberikan metode belajar yang menyenangkan akan membuat semangat anak bangkit. Anak mau belajar apapun. Dengan catatan, cara belajarnya menyenangkan dan mudah untuk dipraktekkan.
Sama halnya bila penyebabnya adalah gangguan dari luar semisal TV. Sebagai orang tua, berikan kebijakan-kebijakan pada anak. Misalnya memberikan aturan kapan waktunya menonton TV, dan kapan waktunya untuk belajar.

Ketika anak sudah mulai belajar, minimalkan gangguan di sekitarnya. Tentunya gangguan yang bisa menyedot perhatiannya. Contohnya adalah anak belajar, tetapi orang tuanya asik sendiri dengan menonton TV dan lain sebagainya.

Jika Anda mengganggu kegiatan belajarnya, sudah pasti belajarnya tidak akan efektif. Anak kehilangan minat belajarnya, dan menyebabkan dirinya malas belajar apapun.

Berikan Panduan Tentang Mana Yang Perlu Diutamakan

anak selesai belajar

Kegiatan anak memang sangat banyak. Hampir semua waktunya terisi. Hanya saja, diisi dengan bermain. Baik itu bermain sendiri ataupun bermain dengan kawan-kawannya.
Setelah memasuki bangku sekolah, tentu ada tanggungjawab lain. Yaitu belajar pelajaran yang diberikan oleh gurunya.

Bagi anak, belajar pelajaran ini kadang kurang menarik. Membuatnya enggan untuk melakukannya. Karena anak punya aktifitas lain yang ingin dilakukan seperti berkegiatan dengan teman-temannya.
Melihat adanya kondisi demikian, Anda sebagai orang tua perlu memberikan anak sebuah pengertian. Pengertian ini berkaitan langsung dengan kegiatan bermain dan belajar anak.

Pandulah anak supaya membagi waktunya dalam sehari. Beberapa waktu bisa dihabiskan untuk bermain dengan kawan-kawannya, sementara waktu lainnya bisa diisi dengan belajar.
Dengan adanya pembagian waktu ini, anak akan sadar betul apa yang harus dilakukan di tiap harinya. Dengan begitu, anak tidak akan meninggalkan kegiatan belajarnya.

Aturlah Waktu Belajar Anak Di Rumah

waktu belajar anak

Kegiatan anak begitu banyak di tiap harinya. Mulai dari belajar di sekolah formal, sampai bermain dengan rekan-rekannya. Sementara malam hari biasanya diisi dengan berkumpul keluarga.
Pada malam hari inilah Anda bisa membuatkan jadwal belajar untuk anak. Ajarilah untuk terus belajar di waktu tersebut. Dan biasakan untuk mendampinginya. Misalnya memilihkan waktu sekitar pukul 7 malam.

Pengaturan waktu ini juga harus diimbangi dengan minimnya gangguan dari luar ruang belajar. Anda tidak boleh membuat gangguan kecil, misalnya menonton TV di sampingnya.
Jika Anda melakukannya, maka perhatian anak akan tertuju pada TV. Begitupun anak juga akan merasa terbebani dengan belajar, sementara Anda malah dengan senangnya menonton. Akhirnya, anak akan menghentikan kegiatan belajarnya.

Ciptakan Kenyamanan Di Dalam Ruang Belajar

Belajar tidak akan maksimal jika suasananya tidak mendukung. Anak akan teralihkan perhatiannya, bahkan juga enggan untuk belajar bila suasananya buruk.

Sebaliknya, anak akan termotivasi untuk belajar bila suasana ruangan belajar lebih nyaman. Kenyamanan ini bisa ditentukan oleh ketenangan ruangan, kerapian dan kebersihannya.

Berikan Perhatian Yang Besar Ketika Anak Belajar

panduan belajar anak

Perhatian sekecil apapun akan berdampak positif pada psikisnya. Anak akan kembali bersemangat untuk belajar di rumah. Dan perhatian ini bisa berupa memberikan semangat, sampai mendampingi belajarnya.

Pemberian semangat ini bentuknya bisa berupa kalimat yang positif, atau dalam bentuk fasilitas. Contohnya adalah membelikan beberapa perlengkapan untuk belajar. Mulai dari pensil, alat berhitung, buku dan lain-lain.

Selain memberikan semangat tersebut, keberadaan Anda disampingnya sangatlah berarti. Anak merasa ada teman sekaligus guru yang akan siap untuk membantunya. Bahkan menemaninya sampai kegiatan belajarnya selesai.

Berikan Pujian Bila Anak Selesai Belajar

Ketika anak mau belajar, orang tua memang perlu mengapresiasinya. Berikan pujian yang membuat hatinya senang.

Pujian ini menjadi kebanggaan dalam hatinya. Kebanggaan inilah yang dipertahankannya sehingga di jam-jam belajar, anak akan terus mencoba untuk belajar. Rasa malasnya yang selama ini ada kian menghilang.

Selain pujian, iming-imingi dengan hadiah tertentu. Namun cara ini tidak boleh dilakukan setiap saat. Cukup pancing dengan hadiah ketika meminta anak belajar setelah lama tidak mau belajar.
Demikianlah cara yang bisa membantu dalam mengatasi rasa malas dalam diri anak. Pahami apa yang dirasakan anak, dan bersabarlah ketika memintanya untuk belajar. Itulah poin penting dalam cara mengatasi anak yang malas belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *