Tag Archives: cara mendidik anak

5 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Terlalu Manja

Manja membuat anak jarang melakukan kegiatan yang dianggap sulit. Sama pentingnya dengan belajar bahasa Inggris yang akan mempengaruhi keberhasilannya ketika dewasa nanti sehingga perlu ditangani. Lalu, bagaimana caranya membuat anak tidak manja?

Setiap orang tua ingin melihat anaknya bahagia. Ketika dewasa, orang tua pasti ingin melihat anaknya berhasil dalam melakukan hal. Baik itu pendidikan, sampai dengan karirnya.

Masalahnya, terkadang orang tua melakukan sebuah kesalahan saat mendidik. Akhirnya, anak menjadi begitu manja dan cenderung melakukan kegiatan bila dirasa mudah. Sebaliknya, anak tidak mau mengerjakannya bila terlalu sulit. Kondisi ini bisa membuat anak gagal kedepannya. Oleh karenanya, cegahlah sebelum terlambat. Caranya adalah tidak terlalu memanjakan anak. Nah, bagaimana cara membuat anak agar tidak manja?

  • Biasakan Untuk Tidak Selalu Menuruti Keinginan Anak

mendidik anak

Menuruti semua keinginan anak bukan cara yang dibenarkan. Meskipun kenyataannya Anda sangat menyayanginya. Rasa sayang berlebihan ini bukanlah kasih sayang yang baik.
Ada kalanya Anda perlu menolak keinginan anak. Tapi pastikan untuk menolaknya dengan cara yang baik. Caranya adalah dengan memberi pengertian yang baik.

Dengan memberikan pengertian ini, anak akan mulai berfikir. Pola pikirnya terasah, dan anak akan belajar tentang bagaimana memaksimalkan potensinya. Bukan menggantungkan semuanya pada orang lain.

Ketika ketergantungan anak hilang, maka potensi anak akan muncul. Anak berusaha yang terbaik untuk melakukan sesuatu demi mencapai hal yang diinginkan.

Apabila Anda melihatnya, dukunglah anak untuk terus mengasah kemampuannya. Sesekali berikan hadiah atas kinerjanya sehingga anak termotivasi. Munculnya motivasi inilah yang akan membuat anak terus berusaha, bukan hanya meminta sesuatu tanpa melakukan apapun.

  • Biasakan Untuk Tidak Terlalu Melarang Kegiatan Anak

Tidak setiap kegiatan anak harus dicegah oleh orang tuanya. Biarkanlah anak untuk mengerjakannya. Dengan catatan, Anda tetap mengawasi kegiatannya. Misalnya bermain di luar ruangan.
Anak yang diberikan kesempatan akan terus mengolah fikirannya. Dan anak terbiasa untuk melakukan suatu hal dengan mandiri.

Selain itu, berikan informasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Misalnya nasehat akan resiko tentang kegiatan tersebut. Dan sebaiknya nasehati anak untuk berhati-hati dalam berkegiatan.

  • Ajari Anak Untuk Terbuka Dalam Semua Hal

Banyaknya larangan bisa memicu anak untuk menjadi penakut. Ketakutan ini membuat anak tidak terbuka, atau sering berbohong. Kebohongannya akan terus dilakukan supaya menghindari kemarahan Anda.

Kebohongan ini juga menandai jika anak sangat membutuhkan sesuatu. Kebiasaan mendapatkan sesuatu dengan mudah memaksa anak untuk melakukannya. Khususnya bila anak terlalu bergantung pada Anda, dan Anda menolak untuk memberikannya.

Untuk menghindarinya, ada kalanya biasakan anak untuk terbuka dalam hal. Ajari anak untuk berbicara jujur bila membutuhkan sesuatu. Begitu pula, ajari anak untuk berkata benar ketika melakukan kesalahan.

Ketika melakukan kekeliruan, ajaklah berinteraksi. Berikan pengertian jika kejujuran lebih baik. Dan jangan tunjukkan kemarahan karena kemarahan akan membuatnya terus berbohong.

  • Hindari Menggunakan Kekerasan Fisik Pada Anak

cara mendidik anak

Mendidik anak agar tidak manja itu gampang-gampang susah. Ketika anak belum bisa lepas dari rasa manja, Anda tidak boleh bersikeras untuk memintanya melakukan hal tersebut. Apalagi dengan paksaan dan menggunakan kekerasan fisik.

Kekerasan fisik hanya akan menimbulkan luka mendalam di hati anak. Emosinya akan tidak stabil. Membuat anak menjadi semakin pendiam, serta pendendam. Parahnya, keinginan untuk mendapatkan sesuatu jauh lebih besar. Dan anak akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Bahkan dengan cara yang kurang baik, semisal melakukan kebohongan.

Jika Anda ingin mendidiknya agar tidak manja, didiklah secara perlahan. Tunjukkan kasih sayang yang tulus, berikan pengertian tentang apa yang dimintanya. Maka lambat laun anak akan berhenti untuk meminta hal tersebut.

  • Ajaklah Anak Untuk Membantu Pekerjaan Rumah

Tidak ada salahnya untuk meminta anak mengerjakan tugas rumah. Mengerjakan tugas ini tak ubahnya sebagai pembelajaran tentang kemandirian. Anak tidak dibiasakan untuk bermalas-malasan setiap hari.
Memang kadang hal ini akan membuat repot orang tua. Pekerjaan yang tadinya bisa diselesaikan cepat malah tambah durasinya. Karena orang tua perlu mengajari beberapa hal pada anaknya untuk menyelesaikan tugasnya.

Namun begitu, hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan anak. Anak akan terbiasa untuk melakukan suatu hal dengan sendirinya di kemudian hari. Karena, sifat manja anak akan berkurang.
Nah, aktifitas-aktifitas yang bisa dilakukan oleh anak bisa berupa mencuci pakaiannya sendiri. Selain itu, Anda juga bisa meminta anak untuk merapikan sendiri tempat tidurnya dan lain sebagainya.

Ketika hal ini dilakukan, maka timbul kebiasaan di tiap harinya. Kebiasaan ini membuat anak bersemangat, tidak banyak mengeluh apalagi manja.

Kesimpulannya, menghilangkan sifat manja berlebihan pada anak bisa dilakukan dengan memberikan pengertian, tidak terus menuruti apa yang diinginkannya. Usahakan agar anak mau berusaha untuk melakukan sesuatu jika ingin mendapatkannya. Dengan begitu, anak tidak akan manja dan terlihat mandiri dalam suatu hal.

Cara Mendidik Anak Supaya Bisa Menjadi Pribadi Yang Terbuka

Setiap orang tua berharap jika anaknya bisa lebih ceria, dan sukses di masa mendatang. Kesuksesan bisa diraih salah satunya apabila pintar belajar bahasa Inggris. Sayangnya, ketidakmampuan anak dalam mengatasi masalahnya membuatnya menjadi begitu murung. Parahnya, anak enggan menceritakannya pada orang tuanya.

Sikap terbuka akan sangat penting untuk pertumbuhannya. Sikap ini lebih condong pada sifat jujur. Sifat ini perlu ditanamkan di dalam dirinya sejak kecil. Tujuannya agar anak bisa terbiasa mengungkapkan keinginannya, atau menceritakan masalahnya pada Anda.
Bagaimana cara menanamkan sifat terbuka dalam diri anak? Mari simak caranya di bawah ini!

Jangan Biasakan Memaksa Bila Anak Ingin Diam

Kenyataannya, semakin anak dewasa, maka anak semakin tertutup. Bahkan kesannya menjauh dari orang tuanya. Kondisi ini memaksanya untuk berfikir sendiri. Ketika tidak mampu melakukannya, anak akan mengalami depresi. Sebagai akibatnya, anak akan mengalihkannya ke hal-hal yang negatif.

Supaya anak tidak sungkan membicarakan sesuatu yang dialaminya, biasakan anak senyaman mungkin bila berkomunikasi dengan Anda. Jangan biasakan untuk memaksa anak untuk mengatakan sesuatu.
Ketika anak merasa nyaman berkomunikasi dengan Anda, anak akan menceritakannya tanpa harus dipaksa terlebih dahulu. Baik itu menceritakan hal yang menyenangkan, sampai menceritkan keluh kesahnya.

Bersabarlah Sampai Anak Mau Berbicara Jujur

Pendiamnya anak bukan berarti jika dirinya akan memendamnya selamanya. Anak butuh waktu supaya bisa terbuka. Jika waktunya dirasa pas, anak akan berbicara dengan sendirinya. Kadang karakter anak memang demikian. Dan banyak anak mengalaminya. Anak-anak sudah pandai untuk memendam sesuatu. Tapi suatu saat, hal tersebut akan muncul ke permukaan.

Di sini, Anda perlu menunggunya. Tentunya sembari menciptakan komunikasi yang baik dengannya. Misalnya bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan. Tujuannya adalah supaya anak percaya dengan Anda.

Hindari Melemparkan Kritik Padanya

Menasehati berbeda dengan mengkritik. Menasehati lebih mengedepankan bagaimana melakukan sesuatu dengan baik. Sementara mengkritik lebih pada menyalahkan tanpa memberikan solusi.
Biasanya kritikan ini dilakukan bila anak mendapati sesuatu yang tidak menyenangkan akibat prilakunya. Bila melakukan kesalahan, jangan pernah memberikan kritikan secara terbuka pada anak.
Hati anak akan terluka. Ini membuatnya tidak pernah mau menunjukkan keluh kesahnya. Bahkan, anak lebih mempercayakan keluh kesahnya pada orang lain.

Dan perlu diketahui jika orang lain belum tentu memberikan nasehat yang baik. Bisa jadi, anak Anda terjatuh dengan hal yang negatif. Menyadari akan hal ini, biasakan untuk tidak menyinggung perasaannya. Contohnya adalah meminimalkan kritikan padanya.
Akan lebih baik jika Anda hanya memberikan nasehat seperlunya saja. Nasehat ini akan lebih memotivasi anak. Alhasil, anak berani terbuka dan mencari solusi atas masalahnya dengan Anda.
Masukilah Dunianya Anak

Memasuki dunia anak ini lebih bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi anak. Anda bisa menjadi teman terbaiknya di setiap peristiwa yang dilakukannya. Ikutilah apa yang biasa anak lakukan. Contohnya adalah bermain.

Dengan melibatkan diri Anda ke dalam dunianya, anak berani terbuka dalam semua hal. Bahkan anak mau menceritakan apapun yang dialaminya saat bermain dengan rekannya. Karena Anda adalah teman yang memberikannya kebahagiaan.

Ajukan Pertanyaan Yang Lebih Spesifik

Sebagai orang tua, sebaiknya selalu jaga aktifitas anak. Tanyakan apa yang biasa dilakukannya di tiap harinya. Dengan menanyakan hal tersebut, Anda tahu persis mengenai keadaanya.

Perlu diingat, ajukanlah pertanyaannya lebih spesifik. Misalnya bila pulang sekolah, tanyakan apa yang dilakukan saat istirahat. Pertanyaan ini mengundang anak untuk menjawab seluruh kegiatannya.
Jika sudah mulai menjawab, tanyakan cukup detail tentang aktifitasnya. Dengan begitu, anak akan menceritakan secara terbuka. Baik itu hal yang menyenangkan ataupun hal yang membuatnya menangis.

Hindari Memberi Saran Terlalu Cepat

Pengalaman Anda memang sudah memberitahu segalanya. Namun bagi anak, itu mungkin pengalaman baru baginya. Saat anak menceritakan suatu kegiatannya, tahan diri untuk berkomentar. Jadilah pendengar yang baik sampai anak menuntaskan ceritanya. Meskipun kenyataannya anak sedang berkeluh kesah.

Ciptakan suasana seperti ini agar anak mau menumpahkan semua perasaannya terhadap Anda. Bukan menutup rapat perasaannya lantaran Anda memotong ceritanya.
Jika Anda memotong perbincangan dan langsung memberikan komentar ataupun saran, anak akan menganggap jika percuma mengatakan pada Anda. Toh kenyataannya, Anda hanya akan memarahinya atau menasehati secara langsung.

Dengan cepatnya memberikan saran, nampak ada jarak antara Anda dan anak. Dan anak biasanya memiliki kecenderungan untuk menutup diri. Kalaupun mau berterus terang, anak-anak akan memilih patner lain. Contohnya adalah teman-temannya. Jika anak memilih orang lain, sudah pasti Anda tidak akan mengetahui apa yang dirasakan oleh anak. Anda hanya melihat fisik anak saja, tetapi tidak melihat kebahagiaan yang terpancar dari dirinya.

Intinya, selalu jaga komunikasi dengan anak di tiap harinya. Bila komunikasi terjalin dengan baik, Anda bisa melihat keterbukaan anak dalam setiap hal. Itulah kuncinya mendidik anak supaya memiliki sifat terbuka pada orang lain.