tips orang tua

Prilaku Anak Anda Terlalu Agresif, Inilah Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua!

Bukan pemandangan yang aneh bila anak begitu agresif di depan Anda. Prilaku agresif ini bisa muncul ketika anak masih balita atau praremaja. Meskipun normal, tetap saja Anda perlu menanganinya.
Kebiasaan membiarkan prilaku tersebut hanya akan membuat prilakunya semakin kasar. Beda hal nya dengan kebiasaan yang baik seperti belajar bahasa Inggris.

Bukan hanya sebatas menolak apa yang Anda berikan, anak bisa saja marah dan berteriak. Parahnya, anak bisa membanting, bahkan bisa menggunakan kekerasan fisik.

"Alfatih dan Ashkar seneng banget bisa nikmati Belajar Inggris yang Fun di EF" ~ Iva. "Setiap Sabtu menjelang siang, Kyna selalu menunggu kelasnya mulai" ~ Acha. Buruan dapetin ▶ 💰 DISKONBelajar Inggris di EF English First. Belajar semakin menyenangkan! 🇬🇧 🇮🇩 🇸🇪

Perlu kesabaran ekstra bila anak berprilaku agresif. Tanganilah secepatnya supaya prilaku kasar tersebut tidak dibawanya sampai dewasa. Nah, bagaimana cara orang tua menangani prilaku agresif anak?

  • Jadilah Orang Tua Yang Penyayang

 

anak agresif

Penyebab anak berprilaku agresif diantaranya kurangnya kasih sayang orang tuanya. Anak terluka akibat dari kesalahan orang tua ini. Kurangnya kasih sayang ditandai dengan jarangnya Anda berada di dekatnya. Kemudian, anak yang kehilangan pegangan akan begitu marah. Caranya adalah dengan melampiaskan kemarahannya dengan berprilaku kasar.

Kurangnya kasih sayang ini juga tercermin dari kebiasaan orang tua yang melakukan kekerasan fisik. Kekerasan yang dilakukan orang tua ini cenderung ditiru. Ketika anak mengalami kondisi yang sama, anak akan mencoba melakukan hal yang sama. Yakni menyelesaikan masalahnya dengan kekerasan seperti yang dipelajari dari orang tuanya.

Menyadari akan hal ini, wajib bagi orang tua untuk menahan diri ketika marah. Contohkan bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan baik. Dan jadilah penyayang supaya kelembutan hati ini juga tertular pada diri anak.

  • Hindari Mengekang Atau Terlalu Toleran

Banyak anak yang merasa dirinya tidak mendapatkan hal yang diinginkannya. Sebaliknya, banyak juga yang mendapatkan sesuatu dengan begitu mudahnya. Masing-masing memiliki dampak yang kurang baik bagi perkembangan anak.

Mencegah anak untuk melakukan sesuatu yang disenanginya hanya akan membuatnya kecewa. Perasaan kecewa ini akan dipendamnya. Ketika terlalu lama dipendam dan banyak hal ditentang orang tuanya, anak akan meluapkan amarahnya. Tentunya dengan cara yang agresif.

Sebaliknya, memberikan toleransi terlalu berlebihan juga tidak dibenarkan. Terlalu toleran hanya akan membuat anak menjadi manja. Suatu saat bila Anda mencegah keinginannya, anak juga akan begitu marah.

Cara yang terbaik adalah mengawasi apa yang dilakukan anak. Sesekali berikan pengalaman agar anak melakukan hal yang disenangi. Dan sesekali cegahlah anak untuk melakukan kegiatan yang membahayakannya. Dengan catatan, Anda memintanya dengan baik sebagai bentuk perhatian Anda padanya.

  • Hindari Menggunakan Kekerasan Saat Memberikan Nasehat

anak bermain

Prilaku agresif bisa dicontohkan dengan memukul temannya, atau menggigit tangan orang lain. Prilaku ini muncul akibat anak merasa kecewa dan marah. Artinya, ada hal yang kurang menyenangkan dirasakan olehnya. Ketika anak melakukannya, segeralah untuk menanganinya. Hentikan prilaku menyakiti orang lain tersebut.

Selain itu, imbangi dengan memberikan pemahaman atas prilaku tersebut. Katakan dengan lemah lembut jika prilaku tersebut tidak baik untuk dilakukan. Apabila anak marah akibat dari kesalahan temannya, ajarilah untuk memaafkan. Saat mengajarinya, tunjukkan kasih sayang Anda agar anak lebih tenang.

Kemudian yang paling penting, jangan menghentikan prilakunya dengan memberikan hukuman fisik. Contohnya adalah dengan mencubit, menjewer telinganya, sampai memukul bagian tubuhnya.
Tindakan ini hanya akan membuat anak takut terhadap Anda saja. Namun dibalik itu, anak malah semakin agresif. Anak bisa mengikuti bagaimana cara Anda menyakiti tubuhnya.

  • Sikapi Dengan Tegas Dan Sabar

Prilaku yang baru terbangun tidak bisa hilang seketika. Mengubah kebiasaan ini tentu memakan waktu. Tapi tidaklah mengapa, karena ini adalah bagian dari pembelajaran untuk anak-anak Anda.
Untuk pertama kalinya, nasehati dengan tegas mengenai prilakunya. Katakan jika kebiasaan tersebut bisa membuat orang lain menjauh. Ini menjadi hukuman yang pantas didapatkan.

Sambil menunjukkan dampak buruknya, masukkanlah nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Ajarkan tentang caranya meminta maaf pada orang lain. Tentunya bila anak menyakiti orang lain.
Ajarilah sedikit demi sedikit. Sabarlah karena hal ini membutuhkan banyak proses. Tapi hasilnya akan sangat baik untuk perubahan prilaku anak. Yaitu menjadi lebih baik.

  • Ajaklah Anak Untuk Berolahraga

anak sedang bermain

Berolahraga ternyata memiliki banyak manfaat. Bukan hanya sebatas untuk menyehatkan jasmani saja, tetapi menyehatkan rohaninya. Dalam hal ini, prilaku buruknya bisa teratasi dengan rajinnya anak berolahraga.

Hasil penelitian menunjukkan jika olahraga mampu menyalurkan energi positif ke dalam otak. Energi positif inilah yang akan dominan jika sering berolahraga. Dengan olahraga, diharapkan prilaku buruk ini semakin melemah. Prilaku agresif yang biasa dilakukan dialihkan ke hal-hal yang bersifat baik. Membuat anak mampu meluapkan semuanya pada hal-hal yang tidak menyakiti orang lain. Lama kelamaan, prilaku negatifnya bisa hilang.

Kesimpulannya, lakukan penanganan dengan segera dikala anak berprilaku agresif. Kemudian berikan arahan agar anak tidak melakukannya, dan ajarkan tentang bagaimana memaafkan. Dengan mengajarkan hal tersebut, prilaku anak yang agresif bisa mereda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *