mengasuh anak

Cara Melatih Anak Supaya Mandiri Sampai Dewasa

Sederhananya, mandiri adalah tidak bergantung pada orang lain dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Seperti hal nya belajar bahasa Inggris, kemandirian bisa diajarkan oleh orang tua terhadap anaknya. Pengajaran ini akan dibawa anak sampai dewasa sehingga anak akan sukses kedepannya.

Kemandirian ini tidak terbentuk secara instan. Butuh latihan sebagai pembelajaran dan pembiasaan. Dan orang tua wajib bersabar, terutama saat melatih sifat tersebut.

"Alfatih dan Ashkar seneng banget bisa nikmati Belajar Inggris yang Fun di EF" ~ Iva. "Setiap Sabtu menjelang siang, Kyna selalu menunggu kelasnya mulai" ~ Acha. Buruan dapetin ▶ 💰 DISKONBelajar Inggris di EF English First. Belajar semakin menyenangkan! 🇬🇧 🇮🇩 🇸🇪

Melatih sifat mandiri ini bisa dilakukan di berbagai kesempatan. Contohnya adalah saat berlibur dengan anak.

Kenapa Berlibur Dipilih Sebagai Waktu Untuk Melatih Anak Mandiri?

Sebenarnya, banyak waktu yang bisa digunakan untuk melatih kemandirian anak. Bukan hanya di saat liburan saja, melainkan di setiap rutinitas harian seperti saat di rumah. Namun masa liburan akan lebih baik.

Saat berlibur, anak akan lebih bersemangat. Karena liburan lebih menekankan pada kegiatan yang menyenangkan. Tapi dibalik itu, ada beberapa hal yang bisa disisipi dengan pendidikan. Misalnya bagaimana mempersiapkan sebelum liburan.

Persiapan liburan inilah yang bisa orang tua masuki. Khususnya untuk melatih anak supaya mandiri. Artinya, anak-anak tidak begitu bergantung pada Anda saat menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.

Yang perlu orang tua lakukan adalah mengajari anak tentang apa yang baiknya dilakukan. Misalnya apa yang harus dan tidak harus dibawa oleh anak. Kemudian bagaimana cara mempersiapkannya.

Tapi pastikan Anda tidak melepaskannya. Tetaplah berada di sampingnya agar Anda bisa mengawasinya. Kalau ada yang dirasa kurang, Anda bisa menambalnya dengan memberikan pengetahuan. Contohnya adalah cara packing dan lain-lain.

Tempat Untuk Berlibur Dengan Keluarga

Banyak sekali tempat liburan di sekitar Anda. Anda hanya tinggal memilihnya. Namun pastikan tempat liburan ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.
Sebisa mungkin, carilah tempat liburan yang juga bermanfaat untuk pendidikan anak. Contohnya adalah berkunjung di museum.

Namun jika tempat ini dirasa kurang menarik, tidak ada salahnya untuk mencari tempat yang nyaman bagi keluarga. Di sini, Anda bisa berbicara dengan anak mengenai tempat yang akan dikunjungi.
Pertama kalinya, silahkan tentukan beberapa tempat. Mintalah anak untuk memilih salah satunya. Kemudian putuskan bersama keluarga apakah tempat yang ditentukan sesuai atau tidak.
Ketika Anda melibatkan anak, maka anak akan bersemangat sekali. Ini adalah sesuatu yang positif. Dan seharusnya dilakukan sebelum menentukan tempat liburan.

Setelah menentukan tempat, silahkan beritahu anak mengenai apa yang sebaiknya dilakukan. Dengan memberitahu anak, maka anak juga tergugah untuk mengerjakan sesuatu. Contohnya adalah memberitahu apa saja yang harus dibawa saat liburan.

Selain itu, mintalah untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan persiapan liburan sebisanya. Berikan arahan, serta damping anak. Dengan begitu, Anda akan tahu kemampuan anak, khususnya kemandiriannya.

Tips Mengajarkan Kemandirian Untuk Anak Saat Liburan

Anak mampu mempersiapkan segala sesuatunya sendiri adalah suatu berkah tersendiri. Dan setiap anak mampu melakukannya. Dengan catatan, anak dibiasakan melakukannya sejak kecil.
Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melatihnya. Tips ini bisa membantu Anda dalam membiasakan anak agar lebih mandiri.

1. Percayakan pada anak tentang packing barangnya sendiri

Cara pertama adalah memberikan waktu untuk anak dalam mengemas barang-barang bawaannya sendiri. Ajarkan anak seperti itu. Hal ini bisa dilakukan dengan mencontohkan tentang barang bawaan apa yang biasa dibawa.
Ajari anak tentang prioritas barang yang sebaiknya dibawa. Tujuannya adalah supaya barang bawaan bisa digunakan semuanya. Kemudian, barang bawaan tidak memberatkan anak saat dipacking.
Dalam hal ini, pastikan juga jika anak sudah mampu melakukannya. Artinya, usia anak sudah mendukung untuk menata barang bawaannya sendiri.

2. Ajaklah anak untuk menentukan lokasi liburan

Selain melatih kemampuan dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk liburan, Anda juga bisa melatih tanggungjawab anak. Caranya adalah melibatkan anak tentang lokasi liburan yang dipilih.
Dengan melibatkan anak, anak akan bersemangat. Anak memiliki gambaran tentang bagaimana bersenang-senang dalam liburan. Tentunya, anak juga bisa bertanggungjawab atas apa yang dipilihnya.
Cara seperti ini sangat baik. Bukan hanya tanggungjawab, tetapi anak juga akan belajar tentang bagaimana cara menerima keputusan. Karena keputusan akhir akan ditentukan setelah disetujui dalam memilih tempat liburan bersama keluarga.

3. Berikan tanggungjawab untuk memegang uang jajan sendiri

Cara selanjutnya adalah memberikan uang jajan sendiri. Pada kesempatan ini, Anda sebaiknya membuat kesepakatan pada anak. Misalnya berapa jumlah uang yang sebaiknya dikeluarkan dari uang jajannya saat liburan.

Kesepakatan ini bisa membuat anak berfikir untuk menghabiskan uang tersebut sesuai kesepakatan. Dan anak hanya akan menggunakannya untuk membeli hal-hal yang dirasa penting.
Kesimpulannya, ajari anak dan berikan pengarahan tentang apapun yang berhubungan dengan liburan. Pengarahan ini bisa berupa manfaat dan akibat sehingga anak bisa berfikir. Dengan demikian, anak akan belajar secara mandiri dan akan bermanfaat sampai dewasa nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *