tips mendidik anak

5 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Terlalu Manja

Manja membuat anak jarang melakukan kegiatan yang dianggap sulit. Sama pentingnya dengan belajar bahasa Inggris yang akan mempengaruhi keberhasilannya ketika dewasa nanti sehingga perlu ditangani. Lalu, bagaimana caranya membuat anak tidak manja?

Setiap orang tua ingin melihat anaknya bahagia. Ketika dewasa, orang tua pasti ingin melihat anaknya berhasil dalam melakukan hal. Baik itu pendidikan, sampai dengan karirnya.

"Alfatih dan Ashkar seneng banget bisa nikmati Belajar Inggris yang Fun di EF" ~ Iva. "Setiap Sabtu menjelang siang, Kyna selalu menunggu kelasnya mulai" ~ Acha. Buruan dapetin ▶ 💰 DISKONBelajar Inggris di EF English First. Belajar semakin menyenangkan! 🇬🇧 🇮🇩 🇸🇪

Masalahnya, terkadang orang tua melakukan sebuah kesalahan saat mendidik. Akhirnya, anak menjadi begitu manja dan cenderung melakukan kegiatan bila dirasa mudah. Sebaliknya, anak tidak mau mengerjakannya bila terlalu sulit. Kondisi ini bisa membuat anak gagal kedepannya. Oleh karenanya, cegahlah sebelum terlambat. Caranya adalah tidak terlalu memanjakan anak. Nah, bagaimana cara membuat anak agar tidak manja?

  • Biasakan Untuk Tidak Selalu Menuruti Keinginan Anak

mendidik anak

Menuruti semua keinginan anak bukan cara yang dibenarkan. Meskipun kenyataannya Anda sangat menyayanginya. Rasa sayang berlebihan ini bukanlah kasih sayang yang baik.
Ada kalanya Anda perlu menolak keinginan anak. Tapi pastikan untuk menolaknya dengan cara yang baik. Caranya adalah dengan memberi pengertian yang baik.

Dengan memberikan pengertian ini, anak akan mulai berfikir. Pola pikirnya terasah, dan anak akan belajar tentang bagaimana memaksimalkan potensinya. Bukan menggantungkan semuanya pada orang lain.

Ketika ketergantungan anak hilang, maka potensi anak akan muncul. Anak berusaha yang terbaik untuk melakukan sesuatu demi mencapai hal yang diinginkan.

Apabila Anda melihatnya, dukunglah anak untuk terus mengasah kemampuannya. Sesekali berikan hadiah atas kinerjanya sehingga anak termotivasi. Munculnya motivasi inilah yang akan membuat anak terus berusaha, bukan hanya meminta sesuatu tanpa melakukan apapun.

  • Biasakan Untuk Tidak Terlalu Melarang Kegiatan Anak

Tidak setiap kegiatan anak harus dicegah oleh orang tuanya. Biarkanlah anak untuk mengerjakannya. Dengan catatan, Anda tetap mengawasi kegiatannya. Misalnya bermain di luar ruangan.
Anak yang diberikan kesempatan akan terus mengolah fikirannya. Dan anak terbiasa untuk melakukan suatu hal dengan mandiri.

Selain itu, berikan informasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Misalnya nasehat akan resiko tentang kegiatan tersebut. Dan sebaiknya nasehati anak untuk berhati-hati dalam berkegiatan.

  • Ajari Anak Untuk Terbuka Dalam Semua Hal

Banyaknya larangan bisa memicu anak untuk menjadi penakut. Ketakutan ini membuat anak tidak terbuka, atau sering berbohong. Kebohongannya akan terus dilakukan supaya menghindari kemarahan Anda.

Kebohongan ini juga menandai jika anak sangat membutuhkan sesuatu. Kebiasaan mendapatkan sesuatu dengan mudah memaksa anak untuk melakukannya. Khususnya bila anak terlalu bergantung pada Anda, dan Anda menolak untuk memberikannya.

Untuk menghindarinya, ada kalanya biasakan anak untuk terbuka dalam hal. Ajari anak untuk berbicara jujur bila membutuhkan sesuatu. Begitu pula, ajari anak untuk berkata benar ketika melakukan kesalahan.

Ketika melakukan kekeliruan, ajaklah berinteraksi. Berikan pengertian jika kejujuran lebih baik. Dan jangan tunjukkan kemarahan karena kemarahan akan membuatnya terus berbohong.

  • Hindari Menggunakan Kekerasan Fisik Pada Anak

cara mendidik anak

Mendidik anak agar tidak manja itu gampang-gampang susah. Ketika anak belum bisa lepas dari rasa manja, Anda tidak boleh bersikeras untuk memintanya melakukan hal tersebut. Apalagi dengan paksaan dan menggunakan kekerasan fisik.

Kekerasan fisik hanya akan menimbulkan luka mendalam di hati anak. Emosinya akan tidak stabil. Membuat anak menjadi semakin pendiam, serta pendendam. Parahnya, keinginan untuk mendapatkan sesuatu jauh lebih besar. Dan anak akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Bahkan dengan cara yang kurang baik, semisal melakukan kebohongan.

Jika Anda ingin mendidiknya agar tidak manja, didiklah secara perlahan. Tunjukkan kasih sayang yang tulus, berikan pengertian tentang apa yang dimintanya. Maka lambat laun anak akan berhenti untuk meminta hal tersebut.

  • Ajaklah Anak Untuk Membantu Pekerjaan Rumah

Tidak ada salahnya untuk meminta anak mengerjakan tugas rumah. Mengerjakan tugas ini tak ubahnya sebagai pembelajaran tentang kemandirian. Anak tidak dibiasakan untuk bermalas-malasan setiap hari.
Memang kadang hal ini akan membuat repot orang tua. Pekerjaan yang tadinya bisa diselesaikan cepat malah tambah durasinya. Karena orang tua perlu mengajari beberapa hal pada anaknya untuk menyelesaikan tugasnya.

Namun begitu, hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan anak. Anak akan terbiasa untuk melakukan suatu hal dengan sendirinya di kemudian hari. Karena, sifat manja anak akan berkurang.
Nah, aktifitas-aktifitas yang bisa dilakukan oleh anak bisa berupa mencuci pakaiannya sendiri. Selain itu, Anda juga bisa meminta anak untuk merapikan sendiri tempat tidurnya dan lain sebagainya.

Ketika hal ini dilakukan, maka timbul kebiasaan di tiap harinya. Kebiasaan ini membuat anak bersemangat, tidak banyak mengeluh apalagi manja.

Kesimpulannya, menghilangkan sifat manja berlebihan pada anak bisa dilakukan dengan memberikan pengertian, tidak terus menuruti apa yang diinginkannya. Usahakan agar anak mau berusaha untuk melakukan sesuatu jika ingin mendapatkannya. Dengan begitu, anak tidak akan manja dan terlihat mandiri dalam suatu hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *